Tidak Tahu—Berbahaya!
Bacaan hari ini: Hosea 4:1-6
Sumber: Renungan Harian
Belasan tahun mengidap asma dan sinusitis membuat saya lebih banyak bernapas dengan mulut daripada dengan hidung. Saya mengira itu wajar, sampai saya membaca sebuah buku tentang pengobatan asma yang menyatakan bahwa bernapas dengan mulut tidak baik bagi penderita asma! Bernafas dengan hidung membuat 98% udara yang masuk ke paru-paru sudah disaring dan menjadi lembap. Sedang bernapas melalui mulut membuat udara tidak dibersihkan lebih dulu, sehingga udara masuk ke paru-paru sebagai udara yang dingin, kering, dan berdebu. Ketidaktahuan saya ternyata membahayakan kesehatan saya. Read the rest of this entry »
Bahaya Kenyamanan
Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 4:21-34
Sumber: Renungan Harian
Pa, Kezia ketabrak!” telepon istri saya bagai petir di siang bolong. Saya sedang mengetik di rumah. Tidak berpikir dua kali, saya segera lari ke bawah. Lift terasa lama sekali. Saya pakai tangga. Apartemen kami di lantai lima. Saya langsung menuju jalan raya. Kezia, anak pertama kami, sedang digendong oleh istri saya di pinggir jalan. Puji Tuhan Kezia tidak sampai kenapa-kenapa. Hanya memar kecil di kaki. Sempat menginap di rumah sakit semalam untuk observasi, terus boleh pulang. Kami belum lama tinggal di Singapura. Tempat tinggal kami jauh dari pusat kota. Lalu lintas di sini relatif teratur dan tenang. Kalau siang hari agak lengang. Karena merasa aman kami jadi suka ceroboh kalau menyeberang jalan. Begitu turun dari bus anak-anak biasa menyeberang sendiri. Sampai terjadilah kecelakaan itu. Read the rest of this entry »
Pameran Kebaikan
Bacaan hari ini: Matius 6:1-6, 16-18
Sumber: Renungan Harian
Seorang konglomerat meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka. Dalam tempo yang singkat, tempat itu penuh dengan papan ucapan belasungkawa berhiaskan bunga-bunga. Dikirim dari berbagai perusahaan. Ucapannya seragam: “Segenap pemimpin dan karyawan PT X turut berdukacita …” Logo dan nama perusahaan ditulis besar-besar, untuk dipamerkan. Tuluskah ungkapan duka itu? Benarkah si pengirim turut berdukacita? Atau, ini hanya upaya marketing agar perusahaan mendapat nilai plus di mata keluarga yang berduka? Read the rest of this entry »
Perempuan Pembawa Damai
Bacaan hari ini: 1 Samuel 25:2-35
Sumber: Renungan Harian
Dalam bahasa Mandarin, kata “an” yang berarti damai, sejahtera, terdiri dari dua bagian. Atap dan nu (perempuan). Menurut orang Cina, dalam sebuah rumah akan ada damai jika dalam rumah itu ada seorang perempuan. Bacaan kita hari ini bercerita tentang Abigail, seorang perempuan yang bijak. Sekalipun menikah dengan seorang yang kasar dan jahat, namun Abigail tidak terpengaruh karakter buruk itu dan tetap menjaga hatinya. Pada waktunya, kebijaksaannya terbukti tidak hanya menyelamatkan nyawanya sendiri, tetapi juga seluruh isi rumahnya. Abigail mampu membawa damai bagi seisi rumahnya, sekalipun ia berada dalam kondisi yang sulit. Read the rest of this entry »
Eh, Dikacangin!
Bacaan hari ini: Hagai 1:1-11
Sumber: Renungan Harian
Dikacangin bukanlah berarti diberi kacang atau dilempari kacang. Dikacangin adalah istilah anak-anak muda yang berarti tidak dianggap atau tidak dipedulikan. Sebagai contoh jika kita menyapa seseorang lalu orang tersebut tidak menjawab, menoleh pun tidak. Ia tidak memedulikan kehadiran kita dan terus asyik dengan dirinya sendiri. Dalam kondisi begitulah kita sedang dikacangin olehnya. Tentu tidak enak jika kita berada di posisi “sidang dikacangin”. Read the rest of this entry »
Menjaga Tubuh
Bacaan hari ini: Roma 11:36-12:2
Sumber: Renungan Harian
Ir. Handrawan Nadesul, dalam bukunya, Jurus Sehat Tanpa Ongkos, mengutip hasil penelitian seorang ahli kesehatan, dr. Robert Butler, yang mengatakan bahwa secara alamiah tubuh manusia dirancang untuk bertahan sampai usia 120 tahun. Salah satu bukti mutakhir adalah masyarakat di sepanjang Teluk Okinawa, Jepang. Rata-rata penduduk di sana berusia di atas 100 tahun. Mereka tidak hanya panjang umur, tetapi juga sehat walafiat. Read the rest of this entry »
Di Belakang Allah
Bacaan hari ini: Kejadian 8:1-18
Sumber: Renungan Harian
Pernahkah Anda menyadari bahwa air bah pada zaman Nuh itu melingkupi bumi selama lima bulan penuh? Betapa lamanya! Hujan sehari semalam saja sudah menimbulkan banjir dan banyak kesulitan. Apalagi jika sampai lima bulan, kehidupan di dunia ini pasti binasa. Belum lagi jika kita membayangkan mereka yang ada dalam bahtera (manusia dan berjenis-jenis binatang) mengalami krisis “rindu tanah”. Read the rest of this entry »
Teologia Arsik
Bacaan hari ini: Kejadian 50:15-21
Sumber: Renungan Harian
Arsik adalah makanan tradisional Batak. Terbuat dari bahan dasar ikan mas, arsik diolah dengan beragam bumbu; cabe, bawang, kunyit, jahe, lengkuas, merica, dan banyak lagi bumbu lain yang membuatnya kaya cita rasa. Arsik akan sangat nikmat jika bumbunya telah bercampur dan meresap dalam ikan mas tersebut. Setiap bahan dari masakan ini tidak akan terasa enak jika dipisah-pisahkan. Ikan mas saja ditumis tanpa bumbu, pasti hambar. Memakan cabe saja, pasti pedas. Kunyit pun tak enak dan pahit. Lengkuas terasa panas. Merica, tak ada yang mau makan. Namun ketika dipadukan, jadilah arsik—ikan mas yang lezat. Read the rest of this entry »
Melayani Siapa?
Bacaan hari ini: Yohanes 2:13-25
Sumber: Renungan Harian
Yesus biasanya digambarkan sebagai gembala yang menggendong domba atau Sosok yang membuka tangan pada orang dari seluruh dunia seperti yang kerap terlihat dalam poster religius. Gambaran itu menunjukkan Yesus yang lembut hati. Gambaran itu tentu tidak salah. Namun, Yesus juga pernah marah! Itulah peristiwa yang terjadi di Bait Tuhan menjelang hari raya Paskah Yahudi. Apa pasal? Read the rest of this entry »
Mengulurkan Tangan
Bacaan hari ini: Lukas 5:12-16
Sumber: Renungan Harian
Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. “Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah. Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati,” kata Gisela. Read the rest of this entry »